Senin, 30 Juli 2012

VKS Rayakan Ultah Viking


CIKOLE - Usia Viking sudah memasuki angka ke-19. Dengan angka tersebut, secara tidak langsung menobatkan Viking sebagai salah satu fans terbesar dan tertua di jagat sepakbola Indonesia. Untuk merayakan ulang tahun Viking, ratusan bobotoh memadati Distrik Viking Kerajaan di Jalan R E Martadinata Kota Sukabumi, kemarin. Dalam kesempatan tersebut, para bobotoh berharap dengan ultah Viking ini akan terus mempersolid para bobotoh. "Kita berharap di ulangtahun viking ke-19 ini tetap solid dan tidak henti-hentinya mendukung tim kesayangan untuk bisa juara dalam setiap kompetisi yang akan dilakoni," ujar Ketua Viking Kerajaan Sukabumi, Risris kepada Radar Sukabumi, kemarin.
 Keberadaan Viking Kerajaan Sukabumi sendiri memang menjadi salah satu distrik yang paling kreatif dimata viking pusat. Makanya tidak ayal, mereka pernah dinobatkan sebagai viking tersantun se Jawa Barat. Selain itu, mereka juga dijadikan percontohan dengan programnya menggandeng pihak perbankkan. "Kita memang mempunyai moto "Pake Manah, Leuwih Merenah". Ini sebagai bukti kalau kita terjauh dari radikal, bar-bar dan lain sebagainya seperti yang pandangan sebagaian orang," lanjutnya.
 Sementara itu, hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. Kedatangannya ke Distrik Viking Kerajaan Sukabumi (VKS) merupakan salah satu partisipasinya terhadap keberadaan Viking Kerajaan Sukabumi. "Saya mengucapkan selamat ulatah ke-19 bagi Viking. Apalagi sebuah kebanggaan dengan apa yang sudah ditunjukan Viking Kerajaan Sukabumi dengan menghilangkan image negatif terhadap keberadaan viking," tutur Fahmi.
 Dirinyapun berharap, dengan ultah yang ke-19 semakin solid, tetap jaya, santun dan bisa mendukung Persib sebagai juara. "Kita harapkan tim kesayangan kita menjadi juara. Inipun tidak terlepas dari dukungan para Viking di semua daerah," pungkasnya.(nur)

Jalan Lingsel Target Beroperasi Lebaran


CIKOLE - Jalan lingkar selatan tahap pertama sudah mecapai 70 persen. Untuk bisa beroperasi menjelang lebaran mendatang, pengerjaannyapun terus digeber. Apalagi seperti diketahui, kemacetan selalu terjadi di kawasan Cisaat. Dengan bisa beroperasinya jalan lingkar selatan yang dimulai dari Cibolang sampai Jalan Pelabuhan II, diharapkan bisa mengurai kemacetan yang selalu terjadi. "Kita beraharap memang sebelum lebaran tiba Jalang Lingkar Selatan tahap I sudah bisa beroperasi. Sehingga bisa mengurai kemacetan yang selama ini dikeluhkan masyarakat," ujar Kepala BPJ II Sukabumi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Barat, Yeyet Hudayat kepada Radar Sukabumi, kemarin.
 Selain untuk mengurai kemacetan, dengan dioperasikannya Jalan Lingkar Selatan tersebut juga bisa menjadi alternatif masyarakat dan pengendara untuk melakukan aktifitas berkendara. "Bagi masyarakat yang menuju ke arah Lembursitu, kalau sudah dioperasikan tidak harus berputar jauh. Tinggal langsung masuk di Cibolang saja," lanjutnya.(nur)

Stok Elpiji Selama Ramadhan Aman


CIKOLE - Kepala Dinas Koperasi dan Perindutrian dan Perdagangan, Dudi Fathul jawad mengatakan, menjelang Ramadan, persedian gas elpiji di Kota Sukabumi masih tergolong cukup dan aman, seperti tahun- tahun sebelumnya di Kota Sukabumi tidak akan terjadii kelangkaan gas elpigi khusunya ukuran 3 Kg. Memang menjelang selama bula ramadan jumlah pemakaian LPj akan terus meningkat. Hal ini seiring dengan meningkatnya masyarakat dalam menggunakan gas untuk masak sehari-hari. "Pasti akan ada penambahan menjelang ramadhan dan hari raya  Idul Firi, untuk stock gas elpiji," ujar Dudi kepada Radar Sukabumi.
 Sementara itu di tempat yang berbeda Direktur Utama  PT Kujang Mas Putra, selaku salah satu distributor gas elpiji di Sukabumi, Andri hamami menuturkan memang untuk persediaan stock untuk Sukabumi tergolong aman. Bahakn setiap tahunnya atau saat menjelang Ramadan dan Idul Fitri. "Masyarakat tidak usah resah persediaan gas elpigi ukuran 3 Kg dan 12 kg relatife aman serta tidak akan terjadi kelangkaan atau kekurangan," jelas Andri saat ditemui beberapa waktu lalu.Setiap harinya lanjut Andri, pasokan gas elpigi di Sukabumi mencapai 180 ribu perhari dan untuk menjelang Ramadan dan Idul Fitri tentunya akan ada tambahan. Untuk itu dirinya berharap menjelang ramdhan ini, pemerintah bisa menekan harga gas agar tidak terjadi kenaikan. "Saya berharap harga Gas elpigi bisa turun dari harga normal Rp 13.500. Walaupun turun antara Rp 1000-Rp 500 sangat berarti bagi masayarakat," harapnya.(nur)

Dibacok, Cerulit Nempel Dikepala


SUKABUMI--Adi Sucipto (16) harus menahan sakit setelah sebilah arif menancap di kepalanya. Siswa kelas 2  SMK Lodaya Sukabumi ini menjadi korban tawuran antar sekolah kejuruaan di  Parungkuda. Tak hanya itu saja, penderitaan warga Cipamulaan Desa Pondokaso Landeuh Kecamatan Parungkuda ini semakin lama, karena dokter di Klinik PMC Parungkuda dan RSUD Sekarwangi tak bisa melepaskan arit di kepalanya itu. Adi pun harus dibawa ke RSUD Syamsudin Kota Sukabumi. Di rumah sakit ini, arit yang menancap di kepala  Adi akhirnya bisa lepas. Meski begitu, hingga tadi malam harus menjalani perawatan intensif di RS milik Pemkot Sukabumi ini. 
Korban tawuran pelajar ini juga melukai Ari (18), siswa  kelas 3 SMK Lodaya.  Warga Kampung Gobang Desa Cibunarjaya Kecamatan Ciambar ini mengalami luka sayatan di bagian jari tangan kanan. Paling parah luka sobek di kening, alhasil Ari mendapatkan 14 jahitan pada bagian tubuhnya.
Dari data yang dihimpun, tawuran ini terjadi di Kampung Gobang Desa Cibunarjaya Kecamatan Ciambar pada pukul 12.30 WIB, atau tepatnya jam pulang sekolah. Saat itu, Adi dan rekan satu sekolahnya hendak pulang ke rumahnya masing-masing. Di tengah perjalanan, Ari mengundang rombonganya termasuk Adi mampir ke rumahnya. " Celakanya kawasan tersebut merupakan basis SMK lain yang kebetulan saat itu sejumlah pelajarnya sedang kongkow," ujar Alfian (23) warga sekitar.
Singkatnya, bentrok antar pelajar ini pun tidak terelakan. Jumlah tidak imbang, membuat rombongan siswa SMK Lodaya ini kocar-kacir. Sialnya Ari dan Adi tak bisa melarikan diri sehingga mendapat serangan membabi buta dari siswa SMK lain asal Parungkuda. "Tanpa ada yang melihat jelas Adi sudah terkapar dengan parang menancak di bagian kepalanya, dan Ari terluka parah," jelasnya.
Warga yang berada di lokasi menangkap beberapa siswa yang kedapatan membawa senjata tajam. Tapi upaya warga ini mendapat halangan, karena  sejumlah siswa dari SMK itu malah  berbalik menyerang warga dan meminta melepaskan siswa yang tertangkap agar dilepaskan lagi.
Kapolsek Nagrak AKP Ujang Rohimin mengaku geram dengan dengan ulah para pelajar SMK ini. Ia pun memburu pelaku pembacokkan yang diduga dari siswa  SMK Dwi Darma. Seorang siswa yang terlibat tawuran menjadi saksi dan seorang warga untuk memburu siswa tersebut. "Kami melakukan pengembangan dan menjadi sasaran utama adalah  pelakunya yang berstatus pelajar SMK," ujarnya. 
Terpisah Guru Kesiswaan SMK Lodaya, Kurniawan mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak SMK Dwi Darma untuk menindak lanjuti kasus tersebut. "Kebetulah kesiswaan di SMK Dwi Darma saya kenal. Kitapun sudah melakukan komunikasi untuk menindak lanjuti kasus ini," ujarnya. (nur)

Ospek, Siswa Disuruh Pakai Topi Koboi


CIKOLE-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau yang biasa dikenal dengan Masa Orientasi Siswa (MOS) bagi para siswa baru resmi dibuka Walikota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur di SMAN 1 Kota Sukabumi, kemarin.
 Muslikh menegaskan dengan kegiatan MPLS tersebut diharapkan para siswa bisa mengenali lingkungan sekolahnya. Sebab, kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di sekolah akan saling berhubungan, baik itu lingkungan sekolah, siswa, guru dan lainya. "Sebelum mengikuti kegiatan KBM harus dikenali internal sekolah dulu. Jangan sampai ketika ditanyakan kepala sekolahnya siapa tidak tahu. Ini juga sebagai penunjang kegiatan KBM agar lebih mudah,"ujar Muslikh kepada Radar Sukabumi.
 Ditambahkan Muslikh, KBM juga harus bisa menunjang terwujudnya salah satu visi misi Kota Sukabumi yakni berkualitas dalam bidang pelayanan pedidikan."Perwujudan pendidikan di Kota Sukabumi sudah sangat bagus. Hal itu dapat dilihat dari tingkat kelulusan siswa yang mencapai 100 persen pada UN lalu. Inipun diharapkan terus ditingkatkan sehingga pencapaian prestasi yang lebih baik lagi dari tahun lalu,"harapnya.
 Sementara itu, kegiatan MPLS pertama dilakukan SMAN 5 Kota Sukabumi. Ratusan siswa nampak serius mengikuti rangkaian kegiatan yang sudah diatur oleh pihak panitia. Dalam kegiatan hari pertama tersebut, Kepala Sekolah SMAN 5 Kota Sukabumi, Asep Sukanta dibikin kaget. Pasalnya, para siswa yang mengikuti MPLS saat pembukaan mengenakan topi Koboi yang sudah menjadi ciri khasnya. "Saya kaget, pas upacara pembukaan saya disuruh pake topi. Tiba-tiba para siswa baru secara serentak mengenakan topi sama seperti yang saya pakai. Ini menunjukan kecintaan para siswa terhadap saya. Sayapun merasa sangat senang," aku Asep.
 Dalam pengenalan sekolah ini, Asep mengatakan dirinya menjamin tidak ada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para seniornya kepada siswa baru. Mereka ditegaskan, untuk memberikan pendidikan yang bermanfaat bukan malah melakukan penyiksaan. "Tradisi SMAN 5 Kota Sukabumi tidak ada istilah peloncoan. Kita lebih mengedepankan prinsif kekeluargaan kepada para siswa. Sehingga bisa lebih nyaman berada di lingkungan sekolah," pungkasnya.(nur)

Anggota PP Ikut Bela Negara


CIKOLE-- Sebanyak 850 pengurus dan anggota Pemuda Pancasila 
(PP) mengikuti pelatihan bela negara yang dilaksanakan MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Sukabumi di GOR Merdeka Kota Sukabumi, beberapa waktu lalu. Selain pelatihan, kegiatan tersebut juga sekaligus pelantikan Lembaga Buruh/Pekerja PP Kota Sukabumi. Menurut Sekretaris MPC PP Kota Sukabumi, Hendi Wiryadi Comen hal ini merupakan imlementasi dari peran dan fungsi PP yang berkewajiban untuk melaksanakan berbagai pembinaan terhadap anggota dan masyarakat. Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk melahirkan kader-kader pemimpin yang memiliki wawasan kebangsaan, kredibel, profesional, bertanggungjawab dan komitmen terhadap kokohnya Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Tentu saja yang berazaskan pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan negara," ujar Hendi kepada Radar Sukabumi.
 Sebagai Organisasi Sosial Kemasyarakatan (Ormas) PP mencoba tampil sebagai front terdepan dalam mencetak kader-kader bangsa yang cakap, tangguh, kuat dan memiliki komitment cinta tanah air dan bangsa. Ini diharapkan, bisa dicapai setelah mengikuti kegiatan pelitah bela negara. Dengan begitu, para peserta dapat menjadi garda terdepan dalam komitmen wawasan kebangsaan yang mampu menghayati, mengamalkan dan mempertahankan Pancasila sebagaimana termaktub dalam UUD 1945 sebagai filsafat hidup, ideologi dasar dan moral bangsa. "Untuk itu, salah satu upaya yang ditempuh adalah berusaha memantafkann struktur dan kehidupan politik yang berorientasi pada program pembangunan serta meninggalkan pertentangan atas dasar ideologi dan golongan," lanjutnya.(nur)

Sembako Mahal, Pasar Pelita Disidak


CIKOLE - Mulai melambungnya harga bahan pokok di pasaran, langsung di tinjau Walikota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur. Kunjungan mendadak orang nomor satu di Kota Mochi tersebut sempat membuat sibuk pengelola pasar dan dinas terkait. Pantauan sendiri dipusatkan di Pasar Pelita Kota Sukabumi yang memang sebagai pusat perbelanjaan bagi masyarakat baik asli Kota Sukabumi maupun daerah lain. "Dari hasil pantauan kenaikan harga sembako masih dalam kategori normal begitupun untuk stok tidak ada kelangkaan bahkan para pengusaha menjamin sampai lebaran nanti stok masih tetap aman," ujar Muslikh usai berkeliling pasar.
 Lebih lanjut Muslikh mengatakan, untuk hal ini terlihat mulai dari stok beras masih tergolong aman begitu juga dengan semua jenis sembako lainnya. Meskipun ada kenaikan juga tidak terlalu tinggi. Dirinya menilai kenaikan harga dikarena permintaan barang menjelang ramadhan semuanya meningkat dan ini merupakan hal yang wajar. "Tidak perlu ada operasi pasar untuk saat ini, karena kenaikan harga sendiri juga tidak melambung tinggi. Tapi kalau semua harga kebutuhan pokok naik tiba-tiba, ya kita lakukan operasi pasar," lanjutnya.
 Dalam sidak tersebut, beberapa harga pokok ditinjaunya. Mulai dari harga beras, daging ayam, daging sapi, telur dan lain sebagainya. Dalam kesempatan tersebut pun Muslikh menghimbau kepada para pedagang untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan konsumen. Seperti halnya menjual daging gelnggongan, menimbun barang dan lainnya. "Saya akan menyuruh dinas terkait untuk mengecek daging-daging yang masuk ke pasar. Jangan sampai, ada temuan daging gelondongan yang dijual oleh para pedagang. Meskipun saya menilai, para pedagang dan masyarakat juga tahu dampak seandainya mereka menjual daging tidak laik konsumsi," pungkasnya.(nur)