Senin, 30 Juli 2012

90 Persen PNS, Masih Gaptek


CIKOLE - Dari 600 Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan II  di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot)  Sukabumi, ternyata hanya 10 persen yang menguasai Informasi Teknologi (IT). "Untuk itu Pemkot Sukabumi telah bekerjasama dengan  Politeknik UNSI untuk mendidik 600 PNS tersebut," ujar Sekretaris daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Hanafie Zain.
 Dikatakan Hanafie, penguasaan IT sangat penting siring dengan dengan tuntutan di era saaat ini dengan terjadinya perubahan dari sitem manual kearah digital, sehingga sangat diperlukan sekali setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menguasai masalah IT. "Khusunya bagi tenag terampil berbasis IT, dengan tujuan mempercepat pengolahan data base, administrasi keuangan dan lain sebaginya. Karena pegawai yang ada masih otodidak," lanjutnya.
 Untuk itu, pihaknya akan membiayai bagi PNS untuk mengikuti pendidikan di Politeknik Sukabumi tersebut selama 4 semester dengan program 3 tahun. "Anggran kita masukan di APBD  perubahan tahun 2012. Untuk program teresbut, kira-kira akan memakan anggran Rp 100-200 juta," jelasnya.(nur)

Aparat Didesak Usut Sekolah Membangkang


CIKOLE - Banyaknya pungutan masuk sekolah di Kota Sukabumi, mulai menuai reaksi dari kalangan orang tua murid. Biaya masuk sekolah dan harga buku paket yang mencapai ratusan ribu rupiah, menjadi akar dari permasalahan pendidikan di Kota Sukabumi. Seperti yang dikeluhkan salah satu orang tua siswa, Arif Rahman. Dirinya sangat keberatan dengan kebijakan pihak sekolah yang mengharuskan buku paket dibayar kontan dengan harga yang mencapai Rp. 400 ribu bahkan bisa lebih. Bahkan yang lebih herannya, buku paket tersebut hanya terdapat di sekolah yang dikelola oleh pihak koperasi langsung. Sedangkan jika para orangtua mencari di toko buku, sama sekali tidak ada. "Bagi siswa yang orang tuanya tergolong mampu mungkin saja tidak menjadi masalah, namun bagi orang tua yang kurang mampu seprti saya uang sejumlah itu sangat besar," keluhnya kepada Radar Sukabumi, kemarin.
 Dirinya juga mempertanyakan sejauhmana perhatian pemerintah khususnya Pemkot Sukabumi terkait permasalahan yang dialami para orangtua siswa. Bahkan dirinya juga menyoroti, sejauhmana peran komite sekolah yang nota bene merupakan perwakilan dari para orang tua siswa kepada pihak sekolah. "Fungsi komite sekolah bertujuan untuk membantu orang tua siswa dalam segala hal, termasuk yang menyangkut permasalahan yang dihadapi para orang tua siswa dan malah membela pihak sekolah," ujarnya.
 Bahkan dikatakannya, ketika ada salah satu orangtua siswa bertanya kepada pihak sekolah, apakah bisa membeli buku paket tersebut dengan cara dicicil. Dengan entengnya salah satu oknum guru di sekolahnya menjawab, kalau tidak mampu beli buku paket tersebut jangan menyekolahkan anakanya di sekolah ini. "Saya sangat kaget mendengar jawaban salah seorang oknum guru tersebut, apakah perlu kami sebagai orang tua siswa melaporkan hal ini kepada dinas terkait maupun DPRD," jelasnya.
 Sementara itu, pengamat politik dan kebijakan publik, Tuah Nur mengatakan kondisi seperti ini memang seolah menjadi budaya di dunia pendidikan. Angaran besar untuk membebaskan biaya sekolah seolah jauh dari harapan. Termasuk ketika penerapan PPDB Online untuk menekan hal tersebut ternyata masih belum berhasil. Pungutan yang seharusnya sudah terkafer di Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan lainya, masih marak ditemukan dan menjadi rahasia umum. "Kalau memang ingin perubahan, tidak hanya sistemnya saja. Melainkan dengan manusianya sebagai pelaksana kebijakan. Kalau ini tidak dirubah, sistem sebaik apapun tidak akan terwujud karena ini saling keterkaitan," tegasnya.
 Lebih lanjut Tuah mengatakan, untuk masalah pungutan yang kerap terjadi hal tersebut sebearnya bisa diantisipasi dengan keterbukaan dana yang diterima oleh setiap sekolah. Dengan begitu, tidak ada kesan tertutup dan berfikiran jelek terhadap sekolah. "Seperti BOS, kalau ini diumumkan bisa meminimalisir tingkat kecurigaan masyarakat. Sampai saat inikan kita tidak pernah tahu untuk apasaja alokasi anggaran BOS selama ini," harapnya.
 Tidak hanya itu, disinggung masalah pelanggaran kuota yang dilakukan beberapa sekolah seperti sudah diatur dalam SK Walikota nomor 133 tahun 2012. Tuah Nur mengatakan, hal itu sebuah pembangkangan. Apalagi hal tersebut jelas melanggar aturan yang sudah ada. Ini seharusnya dilakukan penyelidikan oleh pihak yang berwenang. Seharunya, pihak sekolah mentaati apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama tersebut. "Seharunya disini peran dinas bisa maksimal untuk menekan hal-hal yang bersentuhan langsung terhadap masyarakat. Mereka kan orang-orang yang dipercaya sebagai wakil rakyat. Seharusnya mereka bisa menekan ke dinas terkait untuk masalah ini," jelasnya.
 Sementara ditempat terpisah Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Ahmad Fahmi menyampaikan dengan adanya indikasi pungutan yang belakangan beredar. Pihaknya melalui Komisi III DPRD Kota Sukabumi yang memang membidangi hal tersebut akan langsung terjun kelapangan untuk mengecek apa yang beredar selama ini. "Kalau memang ditemukan kita akan melakukan tidakan tegas," ujar Fahmi saat dihubungi via telepon selulernya.
 Lebih lanjut dia mengatakan, terkait masalah kuota yang dilanggar beberapa sekolah ini sebenarnya sudah menjadi ranah kepala daerah. Pihaknya yang berwenang memberikan sangsi bagi para sekolah yang melakukan pelanggaran.(nur)

Pemkot Rangkul Lansia


GUNUNGPUYUH- Keberadaan para lansia di Kota Sukabumi, terus diakomodir. Pada peringatan Hari Keluraga atau bisa disebut hari lansia, Pemkot Sukabumi yang dibantu para donatur mendirikan Panti Sosial di Jalan Bhayangkara Gg Karekterdes Kota Sukabumi. Keberadaan panti sosial tersebut untuk menampung para lansia agar bisa menikmati hari tuanya. "Sesuai dengan amanat UUD 1945 Lansia dan Anak yatim dilindungi pemerintah. Inipun yang kita lakukan kepada para lansia. Sehingga, mereka bisa menikmati masa tua," ujar Walikota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur usai meresmikan Panti Sosial, kemarin.
 Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Kepala Setukpa Polri, Brigjen Ngadino, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Witnu Urip Laksana, Dandim 0607 Sukabumi  Letkol (Inf) Mukhlis, Ketua DPRD Kota Sukabumi, Aep Saepurrahman dan unsur muspida lainya.
 Lebih lanjut Muslikh mengatakan, keberhasilan seseorang termasuk bangsa ini merupakan Do'a dari para lansia. Mereka yang mendoakan dan mendidik kita dari mulai kecil sampai bisa meraih kesuksesan seperti saat ini. "Mereka yang mendidik kita sejak kecil. Jasa inilah jangan sampai dilupakan. Bagaimanapun, do'a merekalah yang membimbing kesuksesan yang kita capai saat ini," pungkasnya.(nur)

VKS Rayakan Ultah Viking


CIKOLE - Usia Viking sudah memasuki angka ke-19. Dengan angka tersebut, secara tidak langsung menobatkan Viking sebagai salah satu fans terbesar dan tertua di jagat sepakbola Indonesia. Untuk merayakan ulang tahun Viking, ratusan bobotoh memadati Distrik Viking Kerajaan di Jalan R E Martadinata Kota Sukabumi, kemarin. Dalam kesempatan tersebut, para bobotoh berharap dengan ultah Viking ini akan terus mempersolid para bobotoh. "Kita berharap di ulangtahun viking ke-19 ini tetap solid dan tidak henti-hentinya mendukung tim kesayangan untuk bisa juara dalam setiap kompetisi yang akan dilakoni," ujar Ketua Viking Kerajaan Sukabumi, Risris kepada Radar Sukabumi, kemarin.
 Keberadaan Viking Kerajaan Sukabumi sendiri memang menjadi salah satu distrik yang paling kreatif dimata viking pusat. Makanya tidak ayal, mereka pernah dinobatkan sebagai viking tersantun se Jawa Barat. Selain itu, mereka juga dijadikan percontohan dengan programnya menggandeng pihak perbankkan. "Kita memang mempunyai moto "Pake Manah, Leuwih Merenah". Ini sebagai bukti kalau kita terjauh dari radikal, bar-bar dan lain sebagainya seperti yang pandangan sebagaian orang," lanjutnya.
 Sementara itu, hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. Kedatangannya ke Distrik Viking Kerajaan Sukabumi (VKS) merupakan salah satu partisipasinya terhadap keberadaan Viking Kerajaan Sukabumi. "Saya mengucapkan selamat ulatah ke-19 bagi Viking. Apalagi sebuah kebanggaan dengan apa yang sudah ditunjukan Viking Kerajaan Sukabumi dengan menghilangkan image negatif terhadap keberadaan viking," tutur Fahmi.
 Dirinyapun berharap, dengan ultah yang ke-19 semakin solid, tetap jaya, santun dan bisa mendukung Persib sebagai juara. "Kita harapkan tim kesayangan kita menjadi juara. Inipun tidak terlepas dari dukungan para Viking di semua daerah," pungkasnya.(nur)

Jalan Lingsel Target Beroperasi Lebaran


CIKOLE - Jalan lingkar selatan tahap pertama sudah mecapai 70 persen. Untuk bisa beroperasi menjelang lebaran mendatang, pengerjaannyapun terus digeber. Apalagi seperti diketahui, kemacetan selalu terjadi di kawasan Cisaat. Dengan bisa beroperasinya jalan lingkar selatan yang dimulai dari Cibolang sampai Jalan Pelabuhan II, diharapkan bisa mengurai kemacetan yang selalu terjadi. "Kita beraharap memang sebelum lebaran tiba Jalang Lingkar Selatan tahap I sudah bisa beroperasi. Sehingga bisa mengurai kemacetan yang selama ini dikeluhkan masyarakat," ujar Kepala BPJ II Sukabumi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Barat, Yeyet Hudayat kepada Radar Sukabumi, kemarin.
 Selain untuk mengurai kemacetan, dengan dioperasikannya Jalan Lingkar Selatan tersebut juga bisa menjadi alternatif masyarakat dan pengendara untuk melakukan aktifitas berkendara. "Bagi masyarakat yang menuju ke arah Lembursitu, kalau sudah dioperasikan tidak harus berputar jauh. Tinggal langsung masuk di Cibolang saja," lanjutnya.(nur)

Stok Elpiji Selama Ramadhan Aman


CIKOLE - Kepala Dinas Koperasi dan Perindutrian dan Perdagangan, Dudi Fathul jawad mengatakan, menjelang Ramadan, persedian gas elpiji di Kota Sukabumi masih tergolong cukup dan aman, seperti tahun- tahun sebelumnya di Kota Sukabumi tidak akan terjadii kelangkaan gas elpigi khusunya ukuran 3 Kg. Memang menjelang selama bula ramadan jumlah pemakaian LPj akan terus meningkat. Hal ini seiring dengan meningkatnya masyarakat dalam menggunakan gas untuk masak sehari-hari. "Pasti akan ada penambahan menjelang ramadhan dan hari raya  Idul Firi, untuk stock gas elpiji," ujar Dudi kepada Radar Sukabumi.
 Sementara itu di tempat yang berbeda Direktur Utama  PT Kujang Mas Putra, selaku salah satu distributor gas elpiji di Sukabumi, Andri hamami menuturkan memang untuk persediaan stock untuk Sukabumi tergolong aman. Bahakn setiap tahunnya atau saat menjelang Ramadan dan Idul Fitri. "Masyarakat tidak usah resah persediaan gas elpigi ukuran 3 Kg dan 12 kg relatife aman serta tidak akan terjadi kelangkaan atau kekurangan," jelas Andri saat ditemui beberapa waktu lalu.Setiap harinya lanjut Andri, pasokan gas elpigi di Sukabumi mencapai 180 ribu perhari dan untuk menjelang Ramadan dan Idul Fitri tentunya akan ada tambahan. Untuk itu dirinya berharap menjelang ramdhan ini, pemerintah bisa menekan harga gas agar tidak terjadi kenaikan. "Saya berharap harga Gas elpigi bisa turun dari harga normal Rp 13.500. Walaupun turun antara Rp 1000-Rp 500 sangat berarti bagi masayarakat," harapnya.(nur)

Dibacok, Cerulit Nempel Dikepala


SUKABUMI--Adi Sucipto (16) harus menahan sakit setelah sebilah arif menancap di kepalanya. Siswa kelas 2  SMK Lodaya Sukabumi ini menjadi korban tawuran antar sekolah kejuruaan di  Parungkuda. Tak hanya itu saja, penderitaan warga Cipamulaan Desa Pondokaso Landeuh Kecamatan Parungkuda ini semakin lama, karena dokter di Klinik PMC Parungkuda dan RSUD Sekarwangi tak bisa melepaskan arit di kepalanya itu. Adi pun harus dibawa ke RSUD Syamsudin Kota Sukabumi. Di rumah sakit ini, arit yang menancap di kepala  Adi akhirnya bisa lepas. Meski begitu, hingga tadi malam harus menjalani perawatan intensif di RS milik Pemkot Sukabumi ini. 
Korban tawuran pelajar ini juga melukai Ari (18), siswa  kelas 3 SMK Lodaya.  Warga Kampung Gobang Desa Cibunarjaya Kecamatan Ciambar ini mengalami luka sayatan di bagian jari tangan kanan. Paling parah luka sobek di kening, alhasil Ari mendapatkan 14 jahitan pada bagian tubuhnya.
Dari data yang dihimpun, tawuran ini terjadi di Kampung Gobang Desa Cibunarjaya Kecamatan Ciambar pada pukul 12.30 WIB, atau tepatnya jam pulang sekolah. Saat itu, Adi dan rekan satu sekolahnya hendak pulang ke rumahnya masing-masing. Di tengah perjalanan, Ari mengundang rombonganya termasuk Adi mampir ke rumahnya. " Celakanya kawasan tersebut merupakan basis SMK lain yang kebetulan saat itu sejumlah pelajarnya sedang kongkow," ujar Alfian (23) warga sekitar.
Singkatnya, bentrok antar pelajar ini pun tidak terelakan. Jumlah tidak imbang, membuat rombongan siswa SMK Lodaya ini kocar-kacir. Sialnya Ari dan Adi tak bisa melarikan diri sehingga mendapat serangan membabi buta dari siswa SMK lain asal Parungkuda. "Tanpa ada yang melihat jelas Adi sudah terkapar dengan parang menancak di bagian kepalanya, dan Ari terluka parah," jelasnya.
Warga yang berada di lokasi menangkap beberapa siswa yang kedapatan membawa senjata tajam. Tapi upaya warga ini mendapat halangan, karena  sejumlah siswa dari SMK itu malah  berbalik menyerang warga dan meminta melepaskan siswa yang tertangkap agar dilepaskan lagi.
Kapolsek Nagrak AKP Ujang Rohimin mengaku geram dengan dengan ulah para pelajar SMK ini. Ia pun memburu pelaku pembacokkan yang diduga dari siswa  SMK Dwi Darma. Seorang siswa yang terlibat tawuran menjadi saksi dan seorang warga untuk memburu siswa tersebut. "Kami melakukan pengembangan dan menjadi sasaran utama adalah  pelakunya yang berstatus pelajar SMK," ujarnya. 
Terpisah Guru Kesiswaan SMK Lodaya, Kurniawan mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak SMK Dwi Darma untuk menindak lanjuti kasus tersebut. "Kebetulah kesiswaan di SMK Dwi Darma saya kenal. Kitapun sudah melakukan komunikasi untuk menindak lanjuti kasus ini," ujarnya. (nur)